VIVAnews - Mulai khawatir dengan penuaan kulit? Jangan diam saja! Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitas, dan mudah terdehidrasi. Akibatnya, kulit menjadi keriput, kering, kusam dan mulai timbul noda-noda hitam.
Namun, untuk menjaga kecantikan kulit, ada rahasianya. Saatnya Anda peduli kesehatan kulit dengan melakukan 7 kebiasaan berikut ini.
Terapi air putih
Air putih merupakan salah satu terapi terbaik untuk kulit. Air putih berkhasiat melembabkan kulit Anda dari dalam sekaligus menjaga kesehatan organ tubuh. Delapan gelas per hari bisa menjaga kulit tetap lembab, namun lebih banyak lebih baik. Agar tidak lupa minum air putih, sediakan air dalam botol cukup besar di dekat Anda selama beraktivitas. Misalnya, jika di kantor, letakkan botol di meja kerja. Atau, jika Anda di rumah, usahakan untuk minum sesering mungkin.
Cukup tidur
Untuk mendapatkan kulit sehat, tidurlah minimal tujuh jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh akan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki dan meregenerasi sel. Tidak cukup tidur akan menyebabkan kulit Anda terlihat pucat dan lelah. Kurang tidur bisa menyebabkan timbulnya kantong atau lingkaran hitam di bawah mata, dan membuat Anda tampak lebih tua.
Pola makan tepat
Sebuah pola diet yang berisi kebutuhan nutrisi seimbang akan membantu menjaga kulit tampak lebih muda. Menurut Science Daily, makanan tinggi protein, vitamin dan mineral dapat membantu menghambat penuaan dini. Hindari makanan yang mengandung pengawet, junk food, atau minuman bersoda agar kulit selalu kencang dan mulus.
Aerobik 1-2 kali seminggu
Latihan ini bisa meningkatkan aliran darah, yang memungkinkan seluruh tubuh untuk menerima oksigen yang diperlukan untuk fungsi optimal. Aliran darah lancar disertai fungsi organ yang bekerja dengan baik, otomatis berefek baik bagi kesehatan kulit.
Jangan lupa tabir surya
Oleskan pelembab kulit untuk wajah dan daerah lainnya untuk mengunci kelembaban dan mencegah kulit kering. Ketika Anda beraktivitas di luar ruangan, usahakan selalu menggunakan tabir surya. Setidaknya, pilih tabir surya yang mengandung SPF 15 untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari.
Pilih kosmetik tepat
Gunakan produk kecantikan yang sesuai jenis kulit Anda. Dengan begitu, masalah kulit wajah bisa teratasi. Selain itu, pilih lipstik atau pelembab bibir yang bisa melembabkan dan melindungi bibir dari sinar matahari. (ina)
sumber:
7 Kebiasaan Bikin Awet Muda
Share
Label:
kecantikan
,
Kesehatan
,
tips
Senam Otak agar tak cepat Pikun
VIVAnews - Tak hanya bagi para manula, kebiasaan lupa kini kerap menjadi keluhan kaum muda. Lupa merupakan salah satu tanda adanya penurunan fungsi otak. Kondisi ini bisa menjadi indikasi Anda sedang stres atau gangguan kesehatan lain.
Dr. Richard Restak, ahli syaraf menyatakan, dalam perjalanan lebih dari 25 tahun penelitian klinis yang dilakukan, ia telah menemukan cara efektif untuk meningkatkan kekuatan otak. Berikut 10 aktivitas yang bisa meningkatkan memori Anda.
1. Mempelajari satu kata baru sehari
Biasakan belajar mengingat kata, bahkan satu kata baru setiap hari. Jika cara ini terus dilakukan, dalam setahun Anda bisa mengingat 350 kata pertahun, atau 3000 kata per dekade. Ini sangat baik untuk melatih daya ingat. Karena pada umumnya, kosakata fungsional orang dewasa rata-rata hanya sekitar 10.000 kata.
Menurut para ilmuawan, dengan belajar kata-kata, Anda telah melibatkan otak pusat bahasa, lobus frontal dan sirkuit memori. Dan, cara ini seperti aerobik untuk otak Anda.
2. Bermain video game
Ketika digunakan secara bijak, video game dapat meningkatkan kepekaan indera, membuat Anda Anda lebih cepat tanggap, dan merespon lebih cepat.
3. Menghargai seni
Musik meningkatkan kemampuan bahasa dan verbal dan pelatihan musik instrumental meningkatkan kekuatan otak. Memainkan alat musik juga meningkatkan kecekatan jari dan mampu meningkatkan umur panjang.
4. Menjaga berat badan ideal
Sangat penting untuk menjaga berat badan ideal Anda. Pasalnya, obesitas bisa menurunkan kemampuan fungsional seseorang, seperti kecerdasan, ketajaman mental, kognitif fleksibilitas dan konsentrasi.
5. Berjalan
Berjalan satu mil setiap hari akan mengurangi risiko mengalami demensia sebesar 50 persen. Tapi, jika Anda tidak punya waktu, jalan cepat 45 menit secara rutin tiga kali seminggu akan mencegah banyak perubahan otak yang terkait dengan penuaan.
6. Menantang diri
Penelitian baru menunjukkan bahwa selalu menyajikan otak Anda dengan tantangan mental yang baru seperti teka-teki silang, atau mengingat daftar belanjaan ke dalam memori. Cara ini diyakini mampu meningkatkan kecerdasan Anda.
7. Konsumsi kenari dan blueberry dalam diet harian Anda
Kenari mengandung omega-3 asam lemak bersama dengan sejumlah bahan kimia lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk memblokir tindakan-tindakan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel otak. Blueberry juga bermanfaat meningkatkan sirkuit otak.
8. Terus belajar
Cari topik yang menarik dan selalu belajar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan. Ini akan meningkatkan memori jangka panjang dan meningkatkan penyimpanan cadangan kognitif. Cara ini bisa jadi investasi Anda agar memiliki ingatan kuat meski usia telah lanjut.
9. Beristirahat.
Meluangkan waktu untuk beristirahat selama 20 menit tidur siang akan meningkatkan memori Anda. Tidur siang juga memperbaiki suasana hati, memulihkan konsentrasi dan fokus, dan meningkatkan kreativitas.
10. Bermain
Permainan menyusun balok bisa meningkatkan keterampilan jari tangan. Permainan ini telah terbukti dapat meningkatkan kelincahan baik mental dan fisik. Selain itu, bermain sulap juga bisa merangsang sebagian besar jaringan otak yang kompleks dan melatih proses gerakan visual.
Sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20100223/tls-senam-otak-agar-tak-cepat-pikun-34dae5e.html
Read More..
Share Button on facebook
Cara membuat link button dishare di facebook sangat mudah. berikut script nya:
<a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>
Masuk ke setting>edit html> jangan lupa di centang expand Template Widget letakkan di daerah yang kamu anggap cocok(sesuaikan dengan templet yang di pakai)
sumber:http://www.facebook.com/facebook-widgets/share.php
Endometriosis
DEFINISI
Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.
Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.
Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim.
Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada.
Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan).
Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja.
Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)
Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
2. Teori sistem kekebalan
Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
# Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada: Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
# Siklus menstuasi 27 hari atau kurang
# Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal
# Menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih
# Orgasme ketika menstruasi.
GEJALA
# Endometriosis bisa menyebabkan: Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
# Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
# Kemandulan
# Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma).
Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali. 
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium.
# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: Laparoskopi
# Biopsi endometrium
# USG rahim
# Barium enema
# CT scan atau MRI perut.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.
Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH.
Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisa, tetapis elelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin. .
Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi.
Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
- bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
- perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
- jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
- jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.
Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser.
Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.
Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.
Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.
sumber: http://medicastore.com/penyakit/102/Endometriosis.html

